TRIKINEWS.COM, PALEMBANG.- Pemerintah Kota Palembang terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Pada Selasa (20/5/2025), bertempat di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palembang, Jl Sukarela No. 129A, Kecamatan Sukarame, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa secara resmi meluncurkan program “Satu Kelurahan Satu Bank Sampah” dan sekaligus meresmikan Taman Edukasi Pengelolaan Sampah 4R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace).
Acara ini menjadi salah satu program strategis yang lahir dari visi-misi “Palembang Belaga” dan bertepatan dengan momentum Hari Kebangkitan Nasional, yang memperkuat semangat kolektif menjaga lingkungan dan mengurangi beban sampah dari sumbernya.
“Alhamdulillah, syukur… ini sesuai janji politik kami saat pencalonan. Hari ini terwujud: satu kelurahan satu bank sampah. Sekaligus juga kita resmikan taman edukasi pengelolaan sampah,” ujar Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa.
“Kami juga meluncurkan digitalisasi pelaporan sampah bernama Nasi Peduli, supaya masyarakat bisa langsung lapor kalau ada tumpukan sampah,” tambahnya.
Ia juga menegaskan komitmen untuk menindak tegas warga yang membuang sampah sembarangan, termasuk melalui penerapan Perda, sanksi denda, dan pemasangan CCTV di titik rawan, khususnya di bantaran sungai.
“Saya akan instruksikan Kasat Pol PP untuk memantau warga. Edukasi tetap kita utamakan, tapi kalau membandel, akan kita beri sanksi. Ini demi efek jera dan kesadaran kolektif,” tegasnya.
“Mari kita jaga lingkungan kita. Jangan buang sampah sembarangan, kurangi emisi karbon, bawa tas belanja sendiri. Hal kecil seperti ini bisa berdampak besar,” tutup Wali Kota.
Sementara itu, Kepala DLH Kota Palembang Dr. H. Akhmad Mustain menjelaskan bahwa saat ini Palembang menghasilkan sekitar 1.240 ton sampah per hari dari jumlah penduduk 1,8 juta jiwa. Program bank sampah ini diharapkan mampu menekan timbulan dari sumbernya langsung.
“Program ini bagian dari upaya kita menekan sampah dari sumber. Ketika masyarakat mulai memilah, mana sampah organik dan anorganik, serta menyetorkan ke bank sampah, maka angka timbulan bisa ditekan,” ujarnya.
DLH menargetkan hingga Februari 2026, seluruh kelurahan memiliki minimal satu bank sampah aktif. Saat ini, telah berdiri 37 unit baru sebagai langkah awal.
Halaman : 1 2 Selanjutnya










