TRIKINEWS.COM, Cirebon, Jawa Barat — Insiden longsor terjadi di tambang galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, pada Jumat, 30 Mei 2025, sekitar pukul 10.23 WIB. Peristiwa ini menelan 14 korban jiwa, sementara 8 orang masih dilaporkan hilang dan tengah dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Siapa yang Terlibat?
Korban terdiri dari pekerja tambang dan satu anggota Polsek Klangenan, Samsul Anwar, yang turut menjadi korban. Tim SAR gabungan, termasuk personel dari Basarnas, Polri, TNI, BPBD, dan relawan, dikerahkan untuk proses evakuasi dan pencarian.
Apa yang Terjadi?
Longsor besar terjadi di tebing tambang batu kapur Gunung Kuda, mengubur pekerja yang sedang beraktivitas. Sebanyak 10 jenazah berhasil dievakuasi, dan 4 jenazah lainnya ditemukan kemudian, sementara satu korban luka meninggal di rumah sakit. Sebagian korban telah teridentifikasi melalui sidik jari dan tanda medis.
Kapan Peristiwa Terjadi?
Peristiwa longsor terjadi pada Jumat, 30 Mei 2025, sekitar pukul 10.23 WIB. Pencarian korban dilanjutkan pada Sabtu, 31 Mei 2025, dengan harapan menemukan korban yang masih hilang.
Di Mana Lokasi Kejadian?
Lokasi longsor berada di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Gunung Kuda dikenal sebagai lokasi tambang batu kapur yang telah beberapa kali mengalami longsor sebelumnya.
Mengapa Longsor Terjadi?
Penyebab longsor diduga akibat metode penambangan yang tidak sesuai standar, seperti penggalian dari bawah yang membuat struktur tanah di atasnya menjadi labil. Selain itu, faktor cuaca dan kondisi geologi setempat turut berkontribusi terhadap terjadinya longsor. Pihak berwenang sebelumnya telah mengidentifikasi potensi bahaya di lokasi tersebut, namun aktivitas penambangan tetap berlangsung.
Bagaimana Proses Penanganan?
Proses evakuasi melibatkan berbagai pihak, termasuk tim SAR gabungan, polisi, TNI, BPBD, dan relawan. Mereka menggunakan alat berat seperti backhoe dan loader untuk menggali reruntuhan. Pencarian korban dihentikan sementara pada malam hari dan dilanjutkan keesokan harinya. Jenazah yang telah teridentifikasi diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.**










